Dapatkan harga promo rental mobil terbaik di Yogyakarta hanya di "Persada Transport" Hospitality Car Rental & Tour Service. Hubungi kami sekarang juga! Bonus kaos keren untuk pemakaian jasa kami lebih dari 4 hari. Terimakasih...

Gunung Bromo, Tempat Terbaik Menyaksikan Sunrise Di Jawa Timur

Kita Ingin Liburan dan berwisata? Artikel bermanfaat seputar tempat wisata yang terindah mempesona, kali ini membahas Gunung Bromo, Tempat Terbaik Menyaksikan Sunrise Di Jawa Timur. Koleksi referensi tempat wisata dan pemandangan alam melalui foto yang disedikan disini, semoga Bisa menentukan wisata mana yang cocok untuk liburan bersama keluarga atau bersama teman teman. Banyak sekali lokasi pantai, pegunungan, pulau dan juga bebukitan, dan tak lupa pula wisata Bahari dan wisata airnya.

 

rental mobil jogja, sewa mobil yogyakarta

pic : tokopedia

 

Siapa yang belum mengenal Gunung Bromo?, tentunya sudah banyak yang mengenalnya bukan?, apalagi tempat wisata ini sudah sangat terkenal dikalangan pendaki gunung hingga para pelancong, dari wisatawan lokal hingga manca negara.

Gunung Bromo panorama alam yang begitu eksotik dengan hamparan pasir membentang, berhawa dingin dan sejuk dan di puncak Gunung Bromo kita akan Bisa menikmati keindahan sinar matahari terbenam (sunset) diwaktu petang ataupun sinar matahari saat terbit (sunrise).

Dan keindahan sunset dan sunrise di puncak Gunung Bromo merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

Dengan hal hal itu menjadikan Gunung Bromo menjadi banyak digemari oleh para wisatawan.Gunung Bromo yaitu salah satu bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, mempunyai ketinggian 2.392 meter dpl.

Gunung ini yaitu gunung api yang masih aktif, Gunung Bromo dikelilingi oleh lautan pasir seluas 10 km2. Letak Gunung Bromo ini berada 4 wilayah administratif di Provinsi Jawa Timur , yakni Kabupaten Malang Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

Untuk Suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) diyakini merupakan gunung suci. Dan setahun sekali masyarakat adat suku Tengger menggelar upacara Yadnya Kasada atau Kasodo.

Upacara ini bertempat di suatu pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo.

Upacara diselenggarakan disetiap waktu bulan purnama (di tanggal 14 atau 15) di bulan Kasodo (kesepuluh) berdasarkan perhitungan Almanak Jawa yang dimulai di saat tengah malam hingga pagi dini hari.

 

Legenda Masyarakat Mengenai Gunung Bromo

Berdasarkan legenda menerangkan mengenai asal usul masyarakat Suku Tengger. Dahulu kala saat Raja Brawijaya dari Majapahit memimpin di pulau Jawa. Raja Brawijaya mempunyai seseorang anak perempuan bernama Rara Anteng yang menikah dengan seorang pria keturunan Brahmana yaitu Joko Seger. Saat terjadi kerusuhan dan kekacauan di pulau Jawa, banyak rakyat yang setia kepada ajaran agama Hindu melarikan diri ke pulau Bali. Dan ada juga mengasingkan diri dari dunia luar dan memilih untuk bermukim di suatu wilayah dataran tinggi di kaki Gunung Bromo, dibawah pimpinan Roro Anteng dan Joko Seger. Maka dari itu mereka disebut suku Tengger, Nama suku Tengger merupakan kependekan dari rara anTENG dan seGER. Menikmati Matahari Terbit

Salah satu daya tarik yang memikat pengunjung untuk datang ke Gunung Bromo merupakan menikmati pemandangan matahari terbit dari puncak Gunung.

Sinar sang surya yang mulai menampakkan dirinya diufuk timur dengan cahaya merah jingga yang sangat menawan yang bergerak perlahan-Tanah hingga tampak bola setengah lingkaran yang berwarna merah menyala.

Hingga terakhir hari mulai terang. Dan itulah saat saat paling mengagumkan dari karya Allah Yang Maha Esa yang sangat di gemari pengunjung di Gunung Bromo ini. Kita juga Bisa memilih untuk menjalankan berbagai kegiatan kegiatan lainnya seperti mengelilingi hamparan lautan pasir di gunung bromo.

Dan kegiatan mengelilingi hamparan lautan pasir di Gunung Bromo ini Bisa dilakukan dengan 2 Tutorial yaitu:

1. Dengan berkuda.

Kegiatan berkuda di Gunung Bromo sangat menyenangkan, kita akan diajak mengendarai kuda mengelilingi padang lautan pasir yang membentang luas.

2. Menaiki Jeep

bila kita tak akan menyukai kegiatan berkuda, maka ada alternatif lain yaitu kita Bisa menghubungi pihak Paguyuban Jeep Bromo atau kita juga Bisa menemui mereka di dekat pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk Bisa menyewa jeep.

 

Akses Menuju Lokasi

Untuk Bisa mencapai lokasi wisata Gunung Bromo. Maka kita Bisa melalui berbagai jalur yang sesuai dengan kebutuhan kita, jalur jalur tersebut yaitu sebagai berikut :

  1. Jalur dari Pasuruan lalu ke Warung Dowo setelah itu ke arah Tosari setelah itu ke arah Wonokitri dan terakhir ke arah Gunung Bromo, dengan jarak perjalanan mencapai kurang lebih 71 km
  2. Dari jalur Malang lalu ke arah Tumpang setelah itu ke arah Gubuk Klakah setelah itu ke arah gunung bromo.

 

Siapa yang belum mengenal Gunung Bromo?, tentunya sudah banyak yang mengenalnya bukan?, apalagi tempat wisata ini sudah sangat terkenal dikalangan pendaki gunung hingga para pelancong, dari wisatawan lokal hingga manca negara.

Gunung Bromo panorama alam yang begitu eksotik dengan hamparan pasir membentang, berhawa dingin dan sejuk dan di puncak Gunung Bromo kita akan Bisa menikmati keindahan sinar matahari terbenam (sunset) diwaktu petang ataupun sinar matahari saat terbit (sunrise).

Dan keindahan sunset dan sunrise di puncak Gunung Bromo merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Dengan hal hal itu menjadikan Gunung Bromo menjadi banyak digemari oleh para wisatawan.Gunung Bromo yaitu salah satu bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, mempunyai ketinggian 2.392 meter dpl.

Gunung ini yaitu gunung api yang masih aktif, Gunung Bromo dikelilingi oleh lautan pasir seluas 10 km2. Letak Gunung Bromo ini berada 4 wilayah administratif di Provinsi Jawa Timur , yakni Kabupaten Malang Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

Bromo sebagai Gunung Suci

Untuk Suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) diyakini merupakan gunung suci. Dan setahun sekali masyarakat adat suku Tengger menggelar upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di suatu pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara diselenggarakan disetiap waktu bulan purnama (di tanggal 14 atau 15) di bulan Kasodo (kesepuluh) berdasarkan perhitungan Almanak Jawa yang dimulai di saat tengah malam hingga pagi dini hari.

 

Legenda Masyarakat Mengenai Gunung Bromo

Berdasarkan legenda menerangkan mengenai asal usul masyarakat Suku Tengger. Dahulu kala saat Raja Brawijaya dari Majapahit memimpin di pulau Jawa. Raja Brawijaya mempunyai seseorang anak perempuan bernama Rara Anteng yang menikah dengan seorang pria keturunan Brahmana yaitu Joko Seger. Saat terjadi kerusuhan dan kekacauan di pulau Jawa, banyak rakyat yang setia kepada ajaran agama Hindu melarikan diri ke pulau Bali. Dan ada juga mengasingkan diri dari dunia luar dan memilih untuk bermukim di suatu wilayah dataran tinggi di kaki Gunung Bromo, dibawah pimpinan Roro Anteng dan Joko Seger.

Maka dari itu mereka disebut suku Tengger, Nama suku Tengger merupakan kependekan dari rara anTENG dan seGER. Menikmati Matahari Terbit

Salah satu daya tarik yang memikat pengunjung untuk datang ke Gunung Bromo merupakan menikmati pemandangan matahari terbit dari puncak Gunung.

Sinar sang surya yang mulai menampakkan dirinya diufuk timur dengan cahaya merah jingga yang sangat menawan yang bergerak perlahan-Tanah hingga tampak bola setengah lingkaran yang berwarna merah menyala.

 

%d blogger menyukai ini: