Dapatkan harga promo rental mobil terbaik di Yogyakarta hanya di "Persada Transport" Hospitality Car Rental & Tour Service. Hubungi kami sekarang juga! Bonus kaos keren untuk pemakaian jasa kami lebih dari 4 hari. Terimakasih...

sejarah kota yogyakarta, sejarah jogja, rental mobil jogja, rental mobil jogjakarta, rental mobil di yogyakarta, sewa mobil jogja, sewa mobil di jogja, sewa mobil di yogyakarta, jogja city tour, yogyakarta tour service, yogyakarta tour, yogyakarta car rental, paket wisata jogja, paket wisata jogjakarta, paket tour jogja, yogyakarta tour packages, jogja tour packages,

 

SEJARAH KOTA YOGYAKARTA / JOGJA

Diberi gelar Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja), salah satu kota di Pulau Jawa ini memang memiliki banyak keistimewaan. Keraton bukan hanya menjadi tempat tinggal Sri Sultan, melainkan juga tempat di mana budaya Jawa masih dipelihara di tengah zaman modern ini. Salah satu contoh budaya yang terus dilestarikan adalah pernikahan keluarga keraton yang masih menggunakan tradisi Jawa.

Yogyakarta disebut juga sebagai Kota Pelajar. Banyak pelajar dari luar kota yang datang untuk menimba ilmu di kota ini, salah satunya karena biaya hidup yang murah. Tak sedikit juga orang tua para mahasiswa yang datang berkunjung dan memilih hotel di Yogyakarta (Jogja) sebagai tempat bermalam. Para pelajar biasanya datang untuk mengincar beberapa universitas besar seperti, Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran.

Selain menjadi tujuan mahasiswa, kota ini juga menjadi tujuan wisatawan. Anda bisa menemui banyak objek wisata di kota ini, mulai dari wisata budaya seperti Keraton Kesultanan, hingga pasar tradisional, seperti pasar Malioboro dan Beringharjo. Anda bisa membeli aneka suvenir khas Jogjakarta di dua pasar tersebut.

Tak lengkap jika membicarakan Yogyakarta tanpa menyebut makanan khasnya. Makanan khas Yogya yang terkenal adalah gudeg. Walaupun gudeg terdapat di banyak kota, gudeg khas Jogja ini masih digemari karena memakai resep asli turun-temurun. Selain gudeg, ada pula jajanan khas yang dijadikan oleh-oleh seperti bakpia pathok.

 

SEJARAH YOGYAKARTA / JOGJA

Nama Yogyakarta berasal dari kata ‘Ayogya’ atau ‘Ayodhya’ yang berarti ‘kedamaian’, sedangkan kata ‘karta’ memiliki makna ‘baik’. Jadi, Yogyakarta bisa diartikan sebagai kota yang damai.

Status sebagai Daerah Istimewa yang dimiliki oleh Yogyakarta berawal dari perjanjian yang dibuat Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII yang menyatakan bahwa Negeri Nyayogyakarto Hadiningrat mendukung kemerdekaan Indonesia dan masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun memutuskan untuk masuk ke wilayah NKRI, Sri Sultan mengajukan syarat bahwa pemimpin Yogyakarta haruslah dari keraton dan pemerintah Indonesia tidak berhak ikut campur.

Pada saat itu, Kesultanan Yogyakarta memiliki hak untuk lepas dan menjadi negara sendiri, namun Sri Sultan memutuskan ikut masuk ke wilayah kesatuan NKRI. Keputusan Sri Sultan dan Paku Alam VIII tersebut kemudian disetujui oleh Ir. Soekarno selaku Presiden Indonesia pertama. Sejak saat itu, Yogyakarta memiliki status sebagai Daerah Istimewa yang disahkan dalam Undang-Undang No. 3 tahun 1950 Jo UU No. 19 tahun 1950 mengenai Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

WILAYAH UTAMA YOGYAKARTA:

Kota Yogyakarta terbagi menjadi 14 kecamatan. Dua di antaranya terkenal karena memiliki objek wisata terbaik di Yogyakarta. Berikut adalah dua wilayah dengan objek wisata terbaiknya:

1 | Kotagede

Terkenal dengan kerajinan peraknya, Anda bisa menemukan kerajinan berdaya jual tinggi yang dikerjakan oleh warga asli sekitar. Selain kerajinan peraknya, di Kotagede, terdapat juga Masjid Agung Kotagede yang merupakan masjid pertama di Yogyakarta. Salah satu hotel di Yogyakarta (Jogja) yang ada di wilayah ini adalah nDalem Natan Royal Heritage.

2 | Kraton

Kraton merupakan kecamatan yang mencakup kawasan Keraton atau Istana Sultan. Kecamatan ini berada di tengah Kota Yogyakarta dan menjadi tujuan wisata karena terdapat berbagai tempat menaraik yang bisa dikunjungi seperti Tamansari dan Alun-alun Selatan Yogyakarta. Beberapa hotel yang ada di Kraton antara lain: NOVATEL Yogyakarta, Puri Langenarjan Guest House, dan Rumah Roso Homestay (harganya murah-murah).
Cara ke Yogyakarta (Jogja)

 

TRANSPORTASI KE YOGYAKARTA:

1 | Transportasi Udara

Anda yang berangkat ke Yogyakarta dengan pesawat terbang akan mendarat di Bandara Adisutijpto, Sleman. Dari bandara, Anda dapat menggunakan beberapa moda transportasi lanjutan untuk menuju pusat Kota Yogyakarta, seperti TransJogja dengan tarif Rp3.000 per orang, taksi yang rata-rata memiliki tarif Rp60.000 hingga Rp80.000, dan sepeda motor dengan harga sekitar Rp20.000 hingga Rp35.000 per oang.

Jika Anda ingin menggunakan kereta api sebagai moda transportasi lanjutan ke pusat Kota Yogyakarta, maka kereta api Prambanan Express atau Pramex adalah pilihannya. Kereta api ini akan mengantar Anda ke kawasan Malioboro. Tarifnya cukup murah, sekitar Rp10.000 per orang.

Jika Anda datang terlalu malam dan ingin menginap dulu di sekitar bandara, ada beberapa hotel di Yogyakarta dekat Bandara Adisutjipto yang dapat Anda pilih, seperti Safa Homestay, Omahkoe Guesthouse, atau Airy Eco Bandara Adisutjipto Kenanga 3A Yogyakarta.

 

2 | Transportasi Darat

Berikut pilihan transportasi Darat yang dapat Anda gunakan untuk menuju Yogyakarta:

Kereta Api: Anda bisa ke Yogyakarta melalui perjalanan darat dengan menggunakan kereta api. Terdapat dua stasiun besar di Yogyakarta, yaitu Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan yang disesuaikan dengan kota asal dan kelas kereta api yang digunakan. Kereta api dari beberapa kota besar di Jawa akan melewati Yogyakarta, seperti Surabaya dan Jakarta. Uniknya, Anda tak bisa menemukan kereta api Yogyakarta–Semarang dan sebaliknya, meskipun jarak kedua kota ini tidak jauh.

Bus: Anda bisa menggunakan bus untuk menuju Yogyakarta dari beberapa kota di Jawa, bahkan dari Bali. Terminal besar di Yogyakarta yang menjadi terminal kedatangan dan keberangkatan dari dan ke luar kota adalah Terminal Giwangan.

 

TRANSPORTASI DI YOGYAKARTA:

Beberapa moda transportasi ini dapat Anda gunankan untuk mengakses berbagai destinasi di Yogyakarta:

  • Becak: Anda bisa menemukan banyak becak di jalanan kota ini. Untuk berkeliling kota, tarif yang dikenakan mulai dari Rp10.000.
  • Andong: Andong yang merupakan jenis transportasi yang ditarik oleh kuda ini juga bisa menjadi pilihan untuk berkeliling Yogyakarta. Andong bisa memuat enam penumpang. Tarif yang dikenakan berkisar mulai dari Rp20.000.
  • Transjogja: Transjogja memiliki delapan koridor dengan masing-masing rute yang bisa Anda gunakan untuk berkeliling Jogja. Misalnya, Trans Jogja 1B akan melewati Kotagede dan Malioboro. Tarif Transjogja cukup murah, Rp3.000 per orang.
  • Taksi: Taksi di Yogyakarta umumnya menggunakan argo meter, namun kadang sopir menawarkan harga paket jika ingin berkeliling Yogyakarta. Tarif taksi argo mulai dari Rp5.000. Jika tak menggunakan argo meter, Anda bisa dikenakan tarif mulai dari Rp30.000 untuk berkeliling Jogja.
  • Bus: Bus reguler ini berbeda dengan bus Transjogja, namun rute yang dilewati hampir sama. Tarif menggunakan bus ini sekitar Rp2.500 per orang.
    Tarif bus Rp 2.500.

 

BAHASA DAERAH YOGYAKARTA:

Yogyakarta merupakan kota yang masih menggunakan bahasa Jawa asli, lengkap dengan lima tingkatan bahasanya. Di Yogyakarta Anda bisa menemukan lima tingkatan bahasa Jawa, antara lain:

  • Bahasa Jawa biasa dasar (Ngoko Lugu)
  • Bahasa Jawa biasa tinggi (Ngoko Alus)
  • Bahasa Jawa halus dasar (Krama Lugu)
  • Bahasa Jawa halus menengah (Krama Madya)
  • Bahasa Jawa sangat halus (Krama Alus)

 

Penggunaan bahasa ini disesuaikan dengan usia dan kasta atau kelas dari lawan bicara. Untuk bicara dengan teman sebaya, bahasa yang digunakan adalah Ngoko Lugu. Sementara itu, untuk bicara dengan orang yang lebih tua atau kasta yang lebih tinggi, bahasa yang digunakan adalah Krama Alus.

Orang Yogyakarta juga biasa menambahkan kata ‘Jan’ dalam kalimatnya. Kata ‘Jan’ ini sebenarnya tidak ada artinya, hanya saja penggunaannya mirip dengan kata ‘Cuk’ di Surabaya, sebagai penguat kalimat saja.

 

ISTILAH POPULER DI YOGYAKARTA:

Berikut adalah beberapa istilah lokal yang banyak digunakan oleh masyarakat asli Yogyakarta:

‘Piye je?’ yang artinya ‘Jadi bagaimana?’
‘Pinten regine?’ yang artinya ‘Berapa harganya?’
‘Pripun kabare?’ yang artinya ‘Bagaimana kabarnya?’
‘Wah piye iki. Wes dikandhani kok sek ora ngerti, Jan!’ yang artinya ‘Wah bagaimana ini. Sudah diberitahu kok masih tidak mengerti.’
Dan masih banyak lagi.

 

HOTEL DI YOGYAKARTA

Anda bisa cari hotel di Jogja dengan segala jenis dan kriteria. Hampir semua jenis penginapan ada di Kota Gudeg ini. Harga hotel di Yogyakarta terdiri dari tarif yang murah hingga mahal. Anda juga bisa menggunakan voucher hotel untuk mendapatkan harga lebih memuaskan. Melalui daftar hotel di Jogja ini, Anda dapat memilih penginapan sesuai keinginan.

Berikut merupakan ulasan beberapa akomodasi di Jogja yang dapat menjadi referensi sesuai dengan kebutuhan dan bujet.

  • Puri Chorus: Puri Chorus merupakan salah satu hotel di Jogja dengan harga sewa yang cukup terjangkau. Terletak di Jl. Samirono Baru 50/55, Gejayan, penginapan murah ini memiliki fasilitas standar khas akomodasi bintang 1, seperti kamar ber-AC, kamar mandi dalam, akses internet, dan sarapan gratis. Tarif kamar ini mulai dari Rp200.000 hingga Rp400.000 per malam.
  • Tiga Lima Homestay: Salah satu hotel di Yogyakarta dengan konsep homestay ini terletak di Jl. Gejayan, Kepuh GK III/946. Daya tarik utama Tiga Lima Homestay adalah desain eksterior dan interiornya yang unik. Hampir di setiap sudut gedung terdapat rumpun bambu yang menyegarkan mata. Lokasi penginapan murah di Jogja ini juga dikelilingi dengan beragam fasilitas umum, seperti rumah sakit dan universitas.
  • Edu Hostel: Edu Hostel merupakan sebuah hotel murah di Jogja dengan konsep dormitory atau asrama. Hostel murah ini cocok untuk dijadikan tempat menginap rombongan pelajar atau mahasiswa yang berlibur dengan bujet terbatas. Setiap kamar di Edu Hostel memiliki lebih dari satu tempat tidur.
  • Midtown Xpress Hotel Yogyakarta: Midtown Express memiliki lokasi yang cukup strategis. Hotel murah yang berada di Jl. Letjen Suprapto No 17, Ngampilan ini dekat dengan beberapa tempat wisata, seperti Museum Affandi dan Saphir Square. Menjadi salah s atu penginapan murah di Jogja, hotel ini memiliki design modern minimalis. Sebagaimana akomodasi bintang dua lainnya, Midtown Xpress menawarkan fasilitas standar berupa tempat tidur dan kamar mandi dalam.
  • Hotel Citradream Yogyakarta: Citradream merupakan salah satu hotel bintang dua yang bisa Anda jadikan alternatif menginap ketika berlibur ke Yogyakarta. Hotel budget jogja ini memiliki beberapa fasilitas menarik seperti tempat tidur nyaman, kamar mandi dalam yang bersih, dan TV.
  • Amaris Hotel: Penginapan murah yang sudah membuka jaringan di berbagai daerah di Indonesia ini cocok dipilih bagi Anda yang datang ke Jogja untuk tujuan bisnis. Amaris Yogyakarta berada di Jalan Diponegoro No. 87, Tugu. Tarif menginap di Amaris ini pun terjangkau, yakni sekitar Rp500.000 per malam.
  • The Edelweiss Hotel Yogyakarta: Daya tarik utama The Edelwiss terletak pada pemandangan rooftop-nya yang indah. Di atap hotel tersebut, disediakan tempat bersantai yang lengkap dengan tempat duduk unik dan kolam. Dari rooftop, Anda bisa melihat lanskap Kota Yogyakarta yang sangat indah.
  • The Victoria Hotel Yogyakarta: Terletak di Jl. Laksda Adisucipto Km. 5, Yogyakarta, akomodasi ini memiliki ruang terbuka hijau yang cukup luas. Di bagian tengah gedungnya terdapat kolam renang outdoor dengan dikelilingi taman yang asri.
  • Student Park Hotel Apartment Yogyakarta: Berlokasi di Jl.Seturan Raya No. 1, Seturan, Catur Tunggal, Depok, Sleman, daya tarik utama hotel di Jogja ini terletak pada teras rooftop dan kolam renang outdoor yang unik. Selain bisa melihat lanskap Kota Yogyakarta yang cantik, Anda juga bisa menikmati sensasi berenang di tepi atap gedungnya.
  • Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta: Greenhost Boutique berlokasi di Jl. Prawirotaman II No. 629, Brontokusuman, Jogja. Hotel menengah ke atas ini berdekatan dengan berbagai tempat wisata, seperti Taman Sari, Keraton Yogyakarta, dan Alun-alun Kidul.
  • Crystal Lotus Hotel Yogyakarta: Crystal Lotus terletak di Jl. Magelang Km. 5, Mlati, Sinduan, Sleman, Jogja. Akomodasi cantik bernuansa modern ini memiliki fasilitas menarik dan tidak kalah dengan penginapan bintang 4 lainnya di yang ada di kawasan tersebut.
  • Sahid Rich Hotel Jogja: Penginapan yang berada di Jalan Magelang Km. 6, Yogyakarta ini memiliki keunggulan dari sisi fasilitas. Sebagai akomodasi bintang 4, Sahid Rich menyediakan berbagai fasilitas penujang mulai dari kolam renang outdoor, kolam renang anak, pusat kebugaran, tempat biliar, sauna, hingga salon kecantikan.
  • Royal Ambarrukmo Yogyakarta: Mewah, modern, dan memuaskan adalah konsep dari akomodasi yang berlokasi di Jalan Laksda Adisucipto No. 81 ini. Royal Ambarrukmo menawarkan berbagai macam fasilitas yang menarik, seperti kolam renang outdoor, kamar luas, sauna, spa, dan restoran dengan menu beragam dan lezat.

 

TEMPAT WISATA YOGYAKARTA:

Beberapa objek wisata berikut ini merupakan tempat menarik yang wajib Anda kunjungi saat berpelesir di Yogyakarta (Jogja):

  • Pasar Malioboro dan Beringharjo: Kedua pasar ini menjadi tujuan favorit wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Anda bisa menemukan batik, pakaian, sandal, dan jajanan khas Yogyakarta berupa bakpia pathok dan yangko yang dijual dengan harga murah. Lokasi kedua pasar ini berdekatan dan berada di pusat kota. Lokasinya yang strategis membuat kedua pasar ini tak pernah sepi pengunjung. Saat malam, lokasi ini juga dijadikan tujuan wisata kuliner karena banyak warung lesehan khas Jogja di sepanjang jalan. Penginapan di Jogjakarta yang berada dekat tempat wisata ini antara lain: Cordela Kartika Dewi Jogjakarta, Hotel Neo, dan Pesonna Malioboro.
  • Museum Benteng Vredeburg: Benteng ini berada tak jauh dengan kawasan pasar Malioboro dan Beringharjo. Benteng berbentuk segi empat ini, dulunya dibangun Belanda untuk mengawasi perkembangan keraton. Saat ini, Benteng Vredeburg masih terawat dengan baik dan dijadikan museum. Di setiap gedung, terdapat diorama atau miniatur tiga dimensi yang menggambarkan perjuangan warga Yogyakarta melawan penjajah saat itu.
  • Monumen Serangan Umum 1 Maret: Monumen Serangan Umum 1 Maret dibangun untuk memperingati serangan umum yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada pihak sekutu di bawah komando Letkol Soeharto. Monumen yang berada di Jalan Malioboro ini sering dijadikan lokasi acara-acara besar, seperti konser musik dan pertunjukan seni budaya. Dari Benteng Vredeburg, Anda hanya perlu berjalan kaki 15 menit untuk ke monumen ini.
  • Taman Pintar Yogyakarta: Taman pintar ini masih berada di kompleks yang sama dengan ketiga objek wisata sebelumnya. Tempat ini cocok untuk Anda kunjungi bersama anak-anak. Taman pintar dibagi menjadi beberapa zona, salah satu yang menarik adalah planetarium. Di planetarium, Anda bisa menemukan pertunjukan film antariksa dengan berbagai alat peraga.

 

WISATA BUDAYA YOGYAKARTA:

Kaya akan budaya, Yogyakarta memiliki banyak wisata menarik yang dapat menambah pengetahuan Anda tentang budaya setempat seperti berikut ini:

  • Keraton Kesultanan Yogyakarta: Di tahun 2017, Keraton Kesultanan Yogyakarta masih menjadi lokasi wisata yang digemari. Keraton ini merupakan kompleks istana Sri Sultan Hamengkubuwono X. Masuk ke keraton ini, Anda akan disuguhi berbagai budaya Jawa, seperti tarian-tarian yang diiringi gamelan dan arsitektur Jawa di setiap bangunannya. Keraton ini dibuka setiap hari pada pukul 08.00-13.30 WIB. Tiket masuknya cukup murah, yaitu Rp10.000 saja.
  • Masjid Agung Kotagede: Kotagede tak hanya terkenal dengan kerajinan emasnya. Di sini, Anda bisa berkunjung ke Masjid Agung Kotagede yang merupakan masjid pertama di Yogyakarta. Masjid ini merupakan bukti toleransi beragama pada saat itu. Untuk menghormati umat Hindu yang ikut membangun masjid ini, gerbang masuk masjid dibuat meyerupai gerbang pura dan atap masjid pun dibuat berundak khas bangunan Hindu.
  • Museum Batik Yogyakarta: Museum batik ini didirikan oleh keluarga Hadi Nugroho dengan mengumpulkan koleksi batik pribadi dan keluarga. Museum ini memiliki koleksi lengkap yang dibagi menjadi tiga kategori: Batik Pedalaman, Batik Pesisiran Daerah, dan Peralatan Batik Kuno. Museum ini memiliki ribuan koleksi batik, bahkan ada batik yang diproduksi pada 1700. Terletak di Jalan Dr. Soetomo 13A, museum ini buka setiap Senin-Minggu pada pukul 09.00-15.00 WIB. Biaya masuk museum batik ini adalah Rp15.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp10.000 untuk pengunjung anak-anak.

 

HIBURAN MALAM DI YOGYAKARTA:

Jika Anda ingin menikmati Yogyakarta di malam hari, beberapa tempat hiburan ini bisa menjadi destinasi menarik di tahun 2017:

  • Lecker: Café modern yang menyajikan berbagai kopi khas Indonesia mulai dari kopi luwak hingga kopi Toraja. Lecker terletak di Jalan Tirtodipuran 38, Jogja.
  • Bar di Jalan Malioboro: Saat malam hari, Jalan Malioboro akan ramai dengan bar-bar yang menyediakan bir murah dan kudapan lezat. Harga setiap minuman dan makanan di Jalan Malioboro terbilang murah.
  • Gudeg Pawon: Warung gudeg yang selalu ramai pembeli ini buka mulai pukul 22.30 WIB. Pembeli akan dilayani ‘di Pawon’ yang berarti ‘di dapur’ dan bisa menikmati gudeg langsung di sana. Warung ini terletak di Jalan Janturan, Umbulharjo, Harga satu porsi Gudeg Pawon adalah Rp20.000. Cukup mahal, namun sebanding dengan rasa lezat yang akan membuat Anda ketagihan.
  • Alun-alun Kidul Yogyakarta: Alun-alun kidul atau yang biasa disebut Alkid merupakan alun-alun yang terletak di belakang kompleks keraton dan ramai dikunjungi saat malam hari. Anda juga bisa menikmati jagung bakar, roti bakar, ronde, dan lain-lain di sini. Hal menarik dari Alkid ini adalah tradisi Mesangin. Anda diharuskan berjalan melewati dua pohon beringin yang berada di tengah-tengah alun-alun dengan mata tertutup. Mitosnya, jika Anda berhasil melewatinya, maka keinginan Anda akan terkabul. Anda hanya mengeluarkan biaya Rp5.000 untuk sewa kain hitam penutup mata.

 

WISATA KULINER YOGYAKARTA:

Berikut adalah beberapa restoran yang wajib Anda kunjungi saat berada di Yogya:

  • Gudeg Cukupan Batas Kota di Jalan Solo, Yogyakarta
  • Ice Cream Tip Top di Jalan Pangeran Mangkubumi 24, Yogyakarta
  • Ikan Bakar Jimbaran di Jalan Damai, Yogyakarta
  • Soto Ayam Kampung Pak Dalbe di Jalan Jend. Sudirman, Yogyakarta
  • The House of Raminten di Jalan FM Noto No. 7, Kotabaru, Yogyakarta

 

TIPS BERWISATA KE YOGYAKARTA:

Sebelum berangkat ke Yogyakarta untuk berpelesir, ada baiknya Anda menyimak beberapa tips wisata ini:

  1. Saat masuk ke keraton, lepaskan topi dan kacamata hitam. Memakai topi dan kacamata hitam dianggap tak sopan saat di keraton.
  2. Bagi penggemar kopi, Anda bisa datang ke angkringan Lik Man di dekat Stasiun Tugu untuk menikmati Kopi Joss. Kopi Joss adalah salah satu minuman unik khas Yogyakarata yang disajikan dengan arang, sehingga rasanya berbeda dari kopi pada umumnya.
  3. Anda bisa menggunakan becak yang menawarkan paket wisata ke beberapa tempat dengan tarif mulai dari Rp50.000.
  4. Warga Yogyakarta terbiasa memberi tahu arah jalan dengan memakai istilah sebelah barat, timur, utara, dan selatan. Pastikan Anda mengetahui arah mata angin tersebut jika hendak menanyakan arah jalan.